Artificial Intelligence (AI)


Artificial Intelligence (AI)

Gambar : https://chiefexecutive.net/ai-separating-artificial-from-intelligent/

Bagi sebagaian orang khususnya pada orang yang berkecimpung di dalam dunia komputer Artificial Intelligence atau (AI) sudah tidak menjadi hal yang asing lagi. Tapi sebenarnya apakah yang dimaksud dengan Artificial Intelligence (AI)? Dalam arti dari kata itu sendiri, AI memiliki arti kecerdasan buatan yaitu kecerdasan yang ditunjukkan oleh suatu entitas ilmiah. AI itu sendiri dibuat dan kemudian dimasukan dalam suatu mesin atau program agar dapat digunakan untuk membantu manusia itu sendiri.

Menurut Techopedia Artificial Intellegence (AI) adalah bidang ilmu komputer yang menekankan penciptaan mesin cerdas yang bekerja dan  bereaksi seperti manusia. Beberapa aktivitas komputer dengan kecerdasan buatan dirancang untuk mencakup pengenalan suara, belajar, perencanaan, penyelesaian masalah. Kecerdasan buatan adalah cabang ilmu komputer yang bertujuan untuk menciptakan mesin cerdas. Ini telah menjadi bagian penting dari industri teknologi. Penelitian yang terkait dengan kecerdasan buatan sangat teknis dan khusus. Masalah inti kecerdasan buatan termasuk komputer pemrograman untuk sifat-sifat tertentu seperti:
 1. Pengetahuan
 2. Pemikiran
 3. Penyelesaian masalah
 4. Persepsi
 5. Belajar
 6. Perencanaan
 7. Kemampuan untuk memanipulasi dan memindahkan objek

 
Gambar : https://thenextweb.com/artificial-intelligence/2018/07/05/companies-work-ai-technology/

 AI memiliki keberadaan yang sangat baik pada generasi masa ini, khususnya pada masa depan. Masa depan yang cerah akan menanti mengenai perkembangan AI di masa depan. Beberapa kelebihan yang didapatkan adalah :

1. Sifat yang permanen & tidak berubah (tergantung pada sistem komputer dan program)
2.  Menyimpan berbagai informasi atau data tanpa adanya batasan (dapat disesuaikan dengan kebutuhan) 
3. Cepat dan akurat dalam mengerjakan suatu pekerjaan (dalam sistem kerjanya) 
4. Kemampuan memecahkan masalah yang kompleks 
5. Bisa  menduplikasi dan mentransper suatu kemampuan dengan mudah dari satu komputer ke komputer lain
7. Penggunaan tanpa adanya batas waktu, ini karena AI tidak mengenal rasa lelah dan bosan

Dari sekian banyak keuntungan, tetapi tidak dipungkiri bahwa disetiap kelebihan pasti terdapat kekurangan, berikut adalah kekurangan yang ada pada AI:


1. Kecerdasan yang ada pada Artificial Intelligence (AI) tergantung pada apa yang diinput oleh programer (terbatas pada suatu program)

2. Tidak memiliki Common Sense. Common Sense adalah kemampuan yang tidak hanya sekedar memproses sebuah informasi, melainkan mengerti akan informasi tersebut
3. Tidak memiliki kemampuan mengembangkan pengetahuan, pengembangan pengetahuan pada Artificial Intelligence tergantung pada sistem yang dibangun.
4. Biaya yang dikeluarkan terbilang malah pada masyarakat khususnya dengan negara yang masih dalam proses berkembang.



Contoh Penerapan AI

Banyak dari masyarakat tidak menyadari bahwa kita juga menggunakan AI itu sendiri. Berikut adalah beberapa contohnya :

1. Siri
Gambar : https://loupventures.com/siri-semester-exam-grade-improves-to-c-from-d/

Siri adalah salah satu asisten pribadi virtual paling populer yang ditawarkan oleh Apple di iPhone dan iPad. Asisten yang diaktifkan sebagai suara perempuan ramah berinteraksi dengan pengguna dalam rutinitas sehari-hari. Dia membantu Anda menemukan informasi, mendapatkan petunjuk arah, mengirim pesan, melakukan panggilan suara, membuka aplikasi, dan menambahkan acara ke kalender.
Siri menggunakan teknologi pembelajaran mesin untuk mendapatkan pertanyaan dan permintaan bahasa alami yang lebih cerdas dan mampu memahami. Ini pasti salah satu contoh paling ikon dari kemampuan belajar pada mesin smartphone.


2. Alexa
Daftar :https://www.cmo.com.au/article/632300/aussie-brands-jump-voice-interaction-bandwagon-following-amazon-alexa-local-launch/

Alexa adalah speaker berbasis AI yang dikeluarkan oleh Amazon. Alexa memiliki fungsi yang bahkan hampir sama dengan fungsi manusia itu sendiri. Mencari foto, mengghubungi teman, memutar lagu, mencari informasi pada google, dan bahkan banya fitur-fitur lain yang menarik. Alexa diluncurkan Amazon pada November  2014 dengan harga sekitar 199$ atau sekitar Rp. 2,943,488.54. Sekarang alexa bisa didapatkan dengan harga 114$ atau sekitar Rp. 1,686,624.84. 

3. Self Driving Car - Volkswagen

Gambar : https://electrek.co/2017/06/21/tesla-ai-autopilot-vision/


 

Tidak hanya smartphone tetapi mobil juga sudah bergeser ke arah Artificial Intelligence. Tesla adalah sesuatu yang meniadakan driver manusia. Ini adalah salah satu teknologi mobil terbaik yang tersedia sampai sekarang. Mobil ini tidak hanya mampu meraih banyak penghargaan tetapi juga fitur seperti mengemudi sendiri, kemampuan prediktif, dan inovasi teknologi mutlak.
Jika Anda seorang pecandu teknologi dan bermimpi memiliki mobil seperti yang ditampilkan di film-film Hollywood, Tesla adalah salah satu yang contoh teknologi mobil canggih.



4. Emotion detection — Affectiva

Daftar : http://reillytop10.com/2017/12/03/emotion-sensing-facial-recognition/

Dalam beberapa tahun terakhir, berkat kemajuan pemrosesan bahasa alami (NLP), kita semua menjadi terbiasa untuk menyelesaikan tugas melalui antarmuka suara dan percakapan. Jutaan orang menggunakan Siri, Alexa, Cortana, Google dan asisten yang didukung AI untuk menemukan jawaban atas pertanyaan, mengatur alarm, memutar musik, membaca email, berbelanja, menyalakan lampu dan AC, atau mengunci dan membuka kunci pintu.

Langkah selanjutnya dalam chatbots AI dan asisten digital adalah memahami maksud dan konteks, yang akan memungkinkan mereka untuk terlibat dalam percakapan yang lebih bermakna dan melakukan tugas yang jauh lebih rumit. Ini adalah fokus banyak perusahaan teknologi besar dan juga perusahaan rintisan AI, dan mereka semua mencari bakat yang tepat untuk membantu mereka mendorong upaya mereka ke depan. Salah satu perusahaan tersebut adalah Affectiva, sebuah MIT Media Lab yang berbasis di Boston spin-off difokuskan pada membangun AI yang dapat memahami dan menanggapi emosi manusia.

Pada tahun 2017, Affectiva merilis platform AI yang dapat mengukur emosi melalui penginderaan dan analisis ekspresi wajah. Teknologi ini telah digunakan dalam beberapa kasus vertikal dan penggunaan. Perusahaan sekarang bertujuan untuk memperluas penelitian AI dan tim pengembangannya dan memperluas teknologi penginderaan emosi di luar wajah untuk memanfaatkan kemampuan berbicara manusia.

5. Human AI Robot (Sophia)

 

Gambar : https://newspunch.com/new-self-learning-robot-says-i-will-destroy-humans/

Sophia adalah robot humanoid sosial yang dikembangkan oleh perusahaan Hanson Robotics yang berbasis di Hong Kong. Sophia diaktifkan pada 14 Februari 2016 dan membuat penampilan publik pertamanya di South by Southwest Festival (SXSW) pada pertengahan Maret 2016 di Austin, Texas, Amerika Serikat. Ia mampu menampilkan lebih dari 50 ekspresi wajah.

Sophia telah diliput oleh media di seluruh dunia dan telah berpartisipasi dalam banyak wawancara profil tinggi. Pada bulan Oktober 2017, Sophia, robot menjadi robot pertama yang menerima kewarganegaraan dari negara mana pun. Pada bulan November 2017, Sophia dinobatkan sebagai Juara Inovasi pertama dari Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan merupakan non-manusia pertama yang diberi gelar Perserikatan Bangsa-Bangsa.


 


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

3-D Metal Printing

Linux Kernel