Network Layer

Nama : Efraim William Solang
NIM : 1805551148
Prodi : Teknologi Informasi
Fakultas : Teknik
Universitas : Udayana
Mata Kuliah : Jaringan Komputer
Dosen : I Putu Agus Eka Pratama, ST MT 

PING & TRACEROUTE

A. PING

PING singkatan dari Packet Internet Gropher, secara pengertian PING adalah sebuah program utilitas yang digunakan untuk memeriksa konektivitas jaringan berbasis teknologi Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP). Dengan menggunakan utilitas ini, dapat diuji apakah sebuah komputer terhubung dengan komputer lainnya. Hal ini dilakukan dengan cara mengirim sebuah paket kepada alamat IP yang hendak diujicoba konektivitasnya dan menunggu respons darinya. Nama “PING” berasal dari sonar sebuah kapal selam yang sedang aktif, yang sering mengeluarkan bunyi PING ketika menemukan sebuah objek. Berikut ini adalah fungsi daripada ping, yaitu:

1. Fungsi Troubleshooting


 
 Berikut ini adalah beberapa keterangan daripada output di atas:

1. Time
Time pada sebuah paket PING mengindikasikan ketersediaan bandwidth yang disediakan untuk paket PING, jika bandwidth PING habis maka statistik dari time, akan semakin besar. pada contoh diatas keadaan paling buruk adalah 121 ms. biasanya ISP mengalokasikan bandwidth khusus untuk PING ini.


2. TTL
TTL singkatan dari Time To Live, adalah sebuah ukuran yang menunjukkan identitas sebuah host, TTL menandakan bahwa packet ping harus berakhir dalam jangka waktu tertentu. 

3. Bytes
Bytes adalah paket yang diterima ke OSI yang akan dituju, dengan menunjukkan alamat IP.


4. ICMP
Internet Control Massage Protocola adalah protokol yang bertugas mengirimkan pesan-pesan kesalahan dan kondisi lain yang memerlukan perhatian khusus. Pesan atau paket ICMP dikirim jika tejadi masalah pada layer IP dan layer di atasnya (TCP/UDP). Pada kondisi normal, protokl IP berjalan dengan baik, NAmun ada beberapa kondisi IP terganggum misalnya terjadi Router Crash, putusnya kabel, atau matinya host tujuannya.


2. Mengecek koneksitivitas sebuah host

Jika paket PING replay berarti host terhubung, jika unreachle maka host kemungkinan besar tidak terhubung, atau ada kabel yang terlepas, atau LAN card mengalami kerusakan.

3. Mengecek kualitas koneksitivitas jaringan

Ketika melakukan PING ke sebuah host akan muncul statistik paket lost, jika jaringan yang digunakan dalam keadaan bagus maka paket loss = 0 (0 % loss) atau (nol persen)

B. Traceroute

Traceroute (Tracert) adalah perintah untuk menunjukan rute yang dilewati paket untuk mencapai tujuan ini, Ini dilakukan dengan mengirim pesan Internet Control Massage Protocol (ICMP) Echo ke tujuan dengan nilai Time To Live yang semakin meningkat. Rute yang ditampilkan adalah daftar interface router (yang paling dekat dengan host ) yang terdapat pada jalur antara host dan tujuan.

Hasil tracert di atas menunjukan bahwa koneksi yang digunakan cukup stabil, terlihat 12 Hops (locantan). Waktu dalam satuan ms(millisecond) sama seperti halnya Hops, semakin kecil waktu perpindahan data, maka akan semakin baik/cepat anda mengakses situs yang anda traceroute tadi.

Tetapi jika anda melihat pada hasil tracert anda * atau pesan "request timed out" Pada hasil tracert anda, maka disitulah masalah yang ada pada koneski anda. Secara praktikal, traceroute digunakan sebagai bahan untuk menganalisa kemungkinan-kemungkinan penyebab anda tidak dapat mengakses suatu website

Daftar Pustaka

1. Handbook Jaringan Komputer. I Putu Agus Eka Pratama. Informatika. Bandung. 2014. ISBN : 602-1514-58-0.
https://scholar.google.co.id/citations?user=KZno-G8AAAAJ&hl=id 

2.  https://edusoftcenter.com/perintah-traceroute-di-linux/
3. https://www.dictio.id/t/apa-yang-dimaksud-dengan-ping-dan-traceroute/15075
4. https://www.rumahweb.com/journal/traceroute-tracert/ 

Comments

Popular posts from this blog

3-D Metal Printing

Artificial Intelligence (AI)

Linux Kernel