Network Operating System dan Cloud Computing
Nama : Efraim William Solang
NIM : 1805551148
Prodi : Teknologi Informasi
Fakultas : Teknik
Universitas : Udayana
Mata Kuliah : Network Operating System
Definisi Cloud Computing
Menurut
NIST (National Institute of Standard and Technology), didalam draftnya
yang berjudul The NIST Defnition of Cloud Computing, Peer Meel and
Timothy Grance mendefnisikan Cloud Computing sebagai sebuah model yang
memungkinkan adanya penggunaan sumber daya (resource) secara bersama -
sama dan mudah, menyediakan jaringan akses dimana - mana, dapat
dikonfgurasi, dan layanan yang digunakan sesuai keperluan. Hal ini
berarti layanan pada Cloud Computing dapat disediakan dengan cepat dan
meminimalisir interaksi dengan penyedia layanan Cloud Computing.
Secara umum, definisi Cloud Computing
merupakan gabungan pemanfaatan teknologi komputer dalam suatu jaringan
dengan pengembangan berbasis internet yang mempunyai fungsi untuk
menjalankan program atau aplikasi melalui beberapa komputer yang
terkoneksi pada waktu yang sama, tetapi tidak semua yang terkoneksi
melalui internet menggunakan cloud computing.
4 Model Infrastruktur Cloud Computing
1. Public Cloud.
Merupakan layanan cloud dapat diakses oleh siapa saja (Public).
Layanan Public Cloud ada yang berbayar dan ada yang gratis. Pengguna
Public Cloud pada umumnya adalah masyarakat umum. Kelebihan menggunakan
Public Cloud, pengguna tidak perlu pusing memikirkan biaya investasi,
penyediaan infrastruktur dan sumber daya manusia agar layanan bisa terus
berjalan. Data juga dapat mudah disimpan dan diakses selama terkonkesi
dengan internet. Kekurangannya memerlukan akses internet yang memadai
dan sangat bergantung dengan penyedia layanan.
2. Private Cloud.
Merupakan layanan cloud hanya dapat diakses oleh orang/organisasi
tertentu saja (Private). Model ini banyak diterapkan pada lingkungan
pendidikan atau perusahaan. Kelebihan paling utama dari Private Cloud
adalah kerahasiaan data. Jika Private Cloud ini diimplementasikan pada
jaringan intranet maka dapat menghemat biaya dan aksespun lebih cepat.
Kekurangannya memerlukan biaya investasi infrastruktur dan sumber daya
manusia.
3. Community Cloud.
Merupakan layanan cloud yang dikembangkan oleh komunitas yang memiliki
kepentingan atau tujuan yang sama. Misalnya komunitas atau asosiasi
perguruan tinggi di Indonesia membangun layanan cloud yang berisi data
dan aplikasi untuk lingkungan pendidikan.
4. Hybrid Cloud. Merupakan layanan cloud yang merupakan gabungan dari Private Cloud, Public Cloud, dan/atau Community Cloud. Misalnya sebuah perusahaan menggunakan gabungan Private dan Public Cloud, aplikasi dan data-data yang tidak rahasia atau ditujukan untuk konsumen ditempatkan pada Public Cloud sementara untuk aplikasi dan data yang sangat sensitif ditempatkan pada Private Cloud.
3 Model Layanan Cloud Computing
1. Software as a Service (Saas)
Pada layanan ini,
user hanya cukup memanfaatkan aplikasi yang tersedia di layanan. contoh
aplikasinya Pixlr, iPiccy, 3D tin, C++ tutorial, Google doc dll. jika anda
menggunakan browser Google Chrome, beberapa aplikasi tersebut dapat ditemukan
di Web storenya , anda cukup menginstall aplikasi tersebut
pada browser anda, atau dengan kata lain dapat digunakan secara (gratis).
2. Platform as a Service (Paas)
PaaS adalah model layanan yang menyediakan semua hal yang
dibutuhkan untuk mengembangkan / develop sebuah aplikasi pada cloud. PaaS
menawarkan fasilitas untuk mengembangkan, testing, deployment, hingga
maintenance aplikasi tanpa harus membeli infrastruktur dan software environment
(Operating System)
3.Infrastructure as a Service (IaaS)
IaaS adalah sebuah model layanan dimana penyedia cloud menyediakan hardware / perangkat keras (komputer server, penyimpanan data, jaringan, dll) untuk pelanggan. Manajemen perangkat keras menjadi tanggung jawab penyedia layanan, dan pelanggan mengontrol operating system serta aplikasi yang diinstal ke dalam server.
Mengapa Harus Cloud?
1. Keamanan (secure)
Penyedia layanan Cloud Computing secara keseluruhan memiliki kebijakan tertentu agar keamanan data pengguna terjaga seperti jaminan platform teknologi, jaminan ISO, data pribadi dan sebagainya.
2. Kehandalan (reliable)
Cloud Computing saat ini sangat dapat diandalkan dalam melakukan layanannya sehingga pengguna dapat menggunakan layanan Cloud Computing
3. Hemat, sesuai dengan kebutuhan (on demand)
Penggunaan server virtualisasi yang telah dioptimalkan akan memberikan efisiensi belanja modal untuk perusahaan.
4. Mudah digunakan, mudah disesuaikan dengan kebutuhan pengguna (perorangan, enterprise)
Layanan
Cloud Computing memudahkan pengguna sehingga pengguna tidak kesulitan
dalam melakukan hal sebagai contoh menghandle infrastruktur seperti data
center, media penyimpanan, serta kemudahan dalam akses data.5. Dukungan yang berlimpah (komunitas open source, enterprise, vendor)
Adanya dukungan yang berlimpah dari komunitas, enterprise, dan vendor serta sistem yang open source menyebabkan Cloud Computing akan selalu update sehingga menghindari risiko bug (sistem Cloud Computing akan lebih sempurna).
Referensi:
[1] I Putu Agus Eka Pratama. "PPT Network Operating System Pertemuan 10". 2018.
[2]http://www.itfreelanceindo.com/readnews/125/Perbedaan-Private-Cloud,-Public-Cloud,-dan-Hybrid-Cloud.html
[3]https://www.dewaweb.com/blog/cloud-computing/
Comments
Post a Comment